tonights light

Tuhan dan mata.

malam ini aku disekap. mulut dibekap, tubuh diikat simpil mati. hanya telinga dan mata yang dibiarkan tak berselaput.

mana mungkin bisa terpejam? ketakutan terlalu mencekik. hatiku sampai tidak berhenti menguntun doa. aku buka mata dan telinga lebar-lebar, duduk tegak dalam keadaan waspada, mencoba menangkap suara atau gerakan kecil sekali pun.

“aku takut, Tuhan. takuut sekali. tolong aku Tuhan. selamatkan aku. bantu aku.” begitu hatiku mengulang-ngulang. aku berharap, menunggu pertolongan Tuhan. bukankah Dia yang Maha Menyelamatkan? yang Maha Kuasa? kun fayakun, maka terjadilah yang Ia kehendaki.

tiba-tiba tanpa komando, tanpa aba-aba atau peringatan ribuan paku terlontar entah dari mana. mataku yang terbuka lebar jelas menjadi korban.

AAAAARRRGH!

darah mengucur deras dari mata. aku bisa merasakannya mengalir di pipiku. hangat dan kental. bau amis menyengat, bau darah.

seketika itu juga aku buta. semua gelap. semua hitam, hanya hitam. atau itu putih yang gelap ya? aku tak tahu. tak bisa tahu. tak mau tahu. tak peduli, yang pasti ini sakit dan gelap. aku mengerang. aku berguling. aku menyumpah. aku berguling lagi. lalu menyumpah lagi.

ANJIIIING! SAKIIIT!

menit berikutnya aku terima keadaanku. aku buta dan Tuhan sekali lagi gagal menyelamatkanku.

dan aku berbisik, “dimana Tuhanku?”


To Tumblr, Love Metalab