tonights light

kemarin? hari ini. sama.

besok adalah hari yang baru.

aku akan menghadapinya dengan senyuman. hari yang baru terlalu sayang untuk dibiarkan berlalu dengan rintihan dan tangisan bukannya?

besok, matahari akan bersinar lagi.

aku akan serap kehangatannya sebisa mungkin. aku akan bermain sepanjang hari di bawah sinar matahari. kanker kulit? itu urusan nanti. toh ada sunblock.

besok.

tapi hari ini bukan besok. hari ini aku mau berdiam diri dibawah hujan poyan. aku mau meringkuk dalam kegelapan, menangisi entah apa.

besok hari baru. ini bukan besok. belum.


Lying is bad. Or so we are told constantly from birth—honesty is the best policy, the truth shall set you free, I chopped down the cherry tree, whatever. The fact is, lying is a necessity. We lie to ourselves because the truth, the truth freaking hurts.

– Grey’s Anatomy (via littlemiss) Via Half-heartedly

(via littlemiss)


Tuhan.. saya tidak pernah meragukan-Mu.

Engkau ada. saya yakin.

yakin, Tuhan. yakin.

banyak hal yang membuktikan keyakinan-keyakinan saya salah, Tuhan. tapi untuk yakin akan keberadaan-Mu, tak tergoyahkan hingga detik ini ya Tuhanku.

saya bukan gadis mesjid yang senantiasa menyebut nama-Mu. bukan. yang saya berikan hanya keyakinan tak tergoyahkan. itu tidak cukup pasti. tapi itu yang saya berikan.

saya yakin. saya percaya. saya tahu.

betapa hinanya saya ya Tuhan. saya masih berani bilang saya yakin tanpa melakukan perintah-Mu dan malah berkubang dalam lingkaran dosa yang tak putus.

mohon pada-Mu Tuhan, jangan tinggalkan saya. jangan buang saya.

dunia buang saya tak apalah. tapi Engkau ya Tuhan? tak akan mampu saya terima azabmu yang pedih. tak akan mampu saya bertahan menghadap murka-Mu.

tunggu saya ya Tuhan. tunggu saya berubah. tunggu saya menjadi hamba-Mu yang Engkau banggakan.

hanya Engkau, Tuhanku. hanya Engkau yang saya milikki.


aku sedih.

bukan berita baru ya? hahaha


nice poem

natasyadenaya:

nadyadevi:

ardwina:

desysuryani:

This poem is written by an African child. It was nominated for the best poem.

When I was born, I was black.
When I grew up, I was black.
When I am in the Sun, I am black.
When I am scared, I am black.
When I am sick, I am black.
And when I die, I am still black.


And you white fellows
When you were born, you were pink.
When you grew up, you were white.
When you are in the sun, you are red.
When you are cold, you are blue.
When you are scared, you are yellow.
When you are sick, you are green.
And when you die, you are gray.

And you calling me ‘colored’ ??

JUARA

Via ntsydny!

just because you can, doesn’t mean you have to. just because you can’t doesn’t mean it’s not for you.


aku mau doraemon.

yang aku mau?

banyak.

aku mau mobil.

aku mau rekening bank yang isinya ratusan juta, atau milyaran, atau bahkan trilyunan.

aku mau rumah mungil tapi apik, untuk aku, mama dan kakakku.

aku mau kamar yang besar dan nyaman.

aku mau beli barang tanpa berpikir 2 kali.

aku mau blackberry dan gadget-gadget terkini.

aku mau bangun pagi dan menikmati hari dengan normal.

aku mau bisa bantu teman-teman tanpa terbatas.

aku mau bisa diandalkan.

aku mau tidur nyenyak tiap malam.

aku mau pintar dalam pelajaran.

aku mau luka di tangan kiri hilang tanpa jejak.

aku mau punya pekerjaan yang menjamin.

aku mau lulus sekolah dan kuliah dengan mulus.

aku mau ini.

aku mau itu.

tapi yang paling penting dan paling aku mau hanya 2.

ayah dan kamu. maka semuanya lengkap.

tapi itu tak mungkin kan? maka aku tak akan pernah lengkap.

logis bukannya?


whine less, breathe more.
talk less, say more.
hate less, love more.
and all good things will be yours ;D

@musfiandini :) (via rumput) Via roompoot

Tuhan dan mata.

malam ini aku disekap. mulut dibekap, tubuh diikat simpil mati. hanya telinga dan mata yang dibiarkan tak berselaput.

mana mungkin bisa terpejam? ketakutan terlalu mencekik. hatiku sampai tidak berhenti menguntun doa. aku buka mata dan telinga lebar-lebar, duduk tegak dalam keadaan waspada, mencoba menangkap suara atau gerakan kecil sekali pun.

“aku takut, Tuhan. takuut sekali. tolong aku Tuhan. selamatkan aku. bantu aku.” begitu hatiku mengulang-ngulang. aku berharap, menunggu pertolongan Tuhan. bukankah Dia yang Maha Menyelamatkan? yang Maha Kuasa? kun fayakun, maka terjadilah yang Ia kehendaki.

tiba-tiba tanpa komando, tanpa aba-aba atau peringatan ribuan paku terlontar entah dari mana. mataku yang terbuka lebar jelas menjadi korban.

AAAAARRRGH!

darah mengucur deras dari mata. aku bisa merasakannya mengalir di pipiku. hangat dan kental. bau amis menyengat, bau darah.

seketika itu juga aku buta. semua gelap. semua hitam, hanya hitam. atau itu putih yang gelap ya? aku tak tahu. tak bisa tahu. tak mau tahu. tak peduli, yang pasti ini sakit dan gelap. aku mengerang. aku berguling. aku menyumpah. aku berguling lagi. lalu menyumpah lagi.

ANJIIIING! SAKIIIT!

menit berikutnya aku terima keadaanku. aku buta dan Tuhan sekali lagi gagal menyelamatkanku.

dan aku berbisik, “dimana Tuhanku?”


123
To Tumblr, Love Metalab